<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rdf:RDF xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<channel rdf:about="http://unisep.lib.unishams.edu.my/xmlui/handle/123456789/1265">
<title>Mukhamad Hadi Musolin Subagio, Dr.</title>
<link>http://unisep.lib.unishams.edu.my/xmlui/handle/123456789/1265</link>
<description/>
<items>
<rdf:Seq>
<rdf:li rdf:resource="http://unisep.lib.unishams.edu.my/xmlui/handle/123456789/32118"/>
<rdf:li rdf:resource="http://unisep.lib.unishams.edu.my/xmlui/handle/123456789/13676"/>
</rdf:Seq>
</items>
<dc:date>2026-04-22T22:12:44Z</dc:date>
</channel>
<item rdf:about="http://unisep.lib.unishams.edu.my/xmlui/handle/123456789/32118">
<title>Nikah Sementara Tidak Lugas: Inspirasi QS An-Nur (24): 32 dan Kesannya bagi Pekerja Migran Indonesia.</title>
<link>http://unisep.lib.unishams.edu.my/xmlui/handle/123456789/32118</link>
<description>Nikah Sementara Tidak Lugas: Inspirasi QS An-Nur (24): 32 dan Kesannya bagi Pekerja Migran Indonesia.
Zainal Arifin; Mukhamad Hadi Musolin
ad-Dardir berpendapat nikah temporal berbeda dengan nikah mutah. Nikah temporal ini syaratnya tidak boleh secara lugas disebutkan. Pendapat ini menimbulkan kontroversi saat Prof. Dr. Ali Jumah mufti besar Mesir mengangkat kembali pendapat ad-Dardir ini. Rumusan masalah dari kajian ini adalah apa itu nikah temporal tidak lugas menurut ad-Dardir dan Ali Jumah? Bagaimana pengaruhnya? Kajian ini menggunakan metode kajian perpustakaan dengan merujuk kepada buku utama ad-Dardir dan pendapat Ali Jumah diperkuat dengan Inspirasi QS an-Nur (24): 32 tentang kehalalan nikah secara umum. Kajian ini bersifat kualitatif analitik dengan pendekatan kajian pustaka. Kesimpulan yang didapat bahawa nikah ini adalah nikah dalam pengertian umum, secara rukun, dan syarat serta hak dan kewajiban istri suami. Alquran melarang poliandri dan membolehkan poligami. Perbedaan terletak adanya penetapan waktu yang tidak lugas dalam akad. Ditemukan minimal tiga pengaruh positif dari pernikahan ini bagi migran: sebagai solusi kehalalan, terhindar dari penyakit, dan penuh perlindungan terhadap pesangan, anak dan masa depan.
</description>
<dc:date>2023-05-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://unisep.lib.unishams.edu.my/xmlui/handle/123456789/13676">
<title>Importance of Trust in Human Light and Its Impact on Building Fair Personality</title>
<link>http://unisep.lib.unishams.edu.my/xmlui/handle/123456789/13676</link>
<description>Importance of Trust in Human Light and Its Impact on Building Fair Personality
Dr. Mukhamad Hadi Musolin; Reda Owis Hassan Serour, Dr.; HM. Ridlwan Hambali, Dr.; Tengku Zawani Tengku Zawawi; Mohd Suhadi Mohamed Sidik, Dr.
Trust in Allah is one of the most important principles in Islamic belief. It is one of the most important teachings in building and developing a Muslim’s personality so that he can become a fully-fledged Muslim with a strong personality. It is also a kind of spiritual worship such as fear of Allah Almighty, positive thinking about Him, trust in Him and being contentment with what Allah has decided and destined. This research is an attempt to find out the concept of trust in Allah and to explain the commandment of Surah Al-Isra. It also tries to search for factors of trust in Allah and its sources in order for humankind to benefit from it and to have happiness in this world and the hereafter. In this research, we proceed on the objective, analytical technique. The research work reached the conclusion that trust in Allah and trust in him is a duty of every human being, and it is a source of reassurance and happiness in both this world and the hereafter.
</description>
<dc:date>2020-06-12T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</rdf:RDF>
